Jumat, 25 Januari 2013

pendekatan ekologi silang budaya



PENDEKATAN EKOLOGI SILANG BUDAYA

Penelitian yang menggunakan pendekatan silang budaya adalah penelitian yang dilakukan oleh :
1.      Netting
Netting melakukan penelitiannya di kalangan orang Kofyar di Nigeria dari tahun 1960 hingga 1962. Penelitian ini ditujukan untuk melukiskan sistem pertanian orang Kofyar yang dianggapnya unik dan sangat terintegrasi. Dia juga menganalisis saling hubungan antara sistem pertanian mereka dengan latar belakang sosial budaya petaninya dan perhatiannya lebih diarahkan pada aspek budaya proses adaptasi orang Kofyar. Secara umum orientasi teoritisnya adalah mencakup pemisahan berbagai unsur lingkungan yang berkaitan dengan proses adaptasi manusia dan eksploitasi yang dilakukan oleh manusia, dan hubungan empirik ciri-ciri mata pencaharian ini dengan pola-pola kebudayaan tertentu.
2.      Walter Goldschmit
Di awal tahun 60-an Walter Goldschmit mengetuai sebuah proyek bernama “Kebudayaan dan Ekologi di Afrika Timur”. Tujuan penelitian ini adalah melakukan studi perbandingan yang terkontrol mengenai perbedaan dalam kebudayaan pada kelompok-kelompok dari empat macam suku bangsa yang masing-masing mempunyai mempunyai ciri: ada yang memusatkan pada aktivitas pengembalaan dan yang lain pada kegiatan pertanian. Orientasi teoritis proyek ini muncul dari usaha menggabungkan teori struktural fungsional dengan teori evolusi.
Hasil studi dari proyek penelitian ini menunjukkan bahwa penyesuaian-penyesuaian ekonomi yang berlaianan antar pengembala dan petani, yang dipengaruhi oleh situasi lingkungan yang berbeda, memang telah menghasilkan nilai-nilai, sikap dan ciri-ciri kepribadian yang berbeda pula.

Dari kedua penelitian yang telah dikemukakan di atas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa hasil kedua penelitian tersebut adalah sama-sama mengkaji mengenai cara masyarakat mempertahankan hidupnya yaitu terdapat adanya pola adaptasi masyarakat yang berbeda terhadap lingkungan. Lingkungan yang berbeda akan menghasilkan adaptasi yang berbeda pula. Karena tuntutan dari setiap lingkungan berbeda-beda terhadap manusianya.
-          Membandingkan antara suatu masyarakat dengan masyarakat yang lainnya, yang dibandingkan adalah unsur-unsur kebudayaannya.
-          Membandingkan sistem-sistem tertentu dengan sistem yang lain dalam kebudayaan
-          Membandingkan hasil kebudayaan.
Untuk lebih jelasnya peta konsep pendekatan ekologi silang budaya dapat dilihat dibawah ini :















 



    



 


Dalam pendekatan antropologi ekologi silang budaya tujuan membandingkan antara satu kebudayaan dengan kebudayaan yang lain adalah dikarekan kebudayaan disetiap masyarakat mempunyai ciri dan karakteristik yang berbeda pula. Karakteristik yang berbeda ini pulalah yang mempengaruhi perbedaan pola pikir dan tindakan (kebudayaan materi dan kebudayaan non materi) dalam masing-masing masyarakat.
Selain itu perbedaan ciri khas yang dimiliki oleh masing-masing kebudayaan juga mempengaruhi bagaimana interaksi manusia dengan lingkungan. Terutama dalam hal beradaptasi dengan lingkungan baik itu lingkungan alam maupun lingkungan sosial.
Perbedaan pendekatan ekologi silang budaya dengan pendekatan etnoekologi adalah :
1.      Pendekatan etnoekologi lebih menekankan kepada linguistik atau bahasa yang dimiliki dalam suatu masyarakat. Untuk meneliti suatu masyarakat tertentu peneliti terlebih dahulu harus memahami bahasa yang digunakan oleh masyarakat yang akan ditelitinya. Artinya pendekatan ini lebih memusatkan pada satu perhatian dalam memahami masyarakat yaitu bahasa yang dimiliki sebagai salah satu wujud dari kebudayan yang dimilikinya. Dan menurut pendekatan ini bahasa yang dimiliki akan menunjukkan perilaku apa nantinya yang akan dilakukannya dalam beradaptasi dengan lingkungan.
2.      Sedangkan pendekatan ekologi silang budaya tidak berpusat pada unsur bahasa saja. Namun karena dipengaruhi oleh teori fungsionalisme dan evolusi, maka pendekatan ini melihat lebih banyak unsur budaya dalam masyarakat seperti mata pencaharian, teknologi, ekonomi yang terwujud dalam satu sistem kebudayaan dalam masyarakat yang akan mempengaruhi bagaimana manusia beradaptasi dengan lingkungannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar