PENDEKATAN EKOLOGI SILANG BUDAYA
Penelitian yang menggunakan pendekatan
silang budaya adalah penelitian yang dilakukan oleh :
1. Netting
Netting melakukan penelitiannya di
kalangan orang Kofyar di Nigeria dari tahun 1960 hingga 1962. Penelitian ini ditujukan
untuk melukiskan sistem pertanian orang Kofyar yang dianggapnya unik dan sangat
terintegrasi. Dia juga menganalisis saling hubungan antara sistem pertanian
mereka dengan latar belakang sosial budaya petaninya dan perhatiannya lebih
diarahkan pada aspek budaya proses adaptasi orang Kofyar. Secara umum orientasi
teoritisnya adalah mencakup pemisahan berbagai unsur lingkungan yang berkaitan
dengan proses adaptasi manusia dan
eksploitasi yang dilakukan oleh manusia, dan hubungan empirik ciri-ciri mata
pencaharian ini dengan pola-pola kebudayaan tertentu.
2. Walter
Goldschmit
Di
awal tahun 60-an Walter Goldschmit mengetuai sebuah proyek bernama “Kebudayaan dan
Ekologi di Afrika Timur”. Tujuan penelitian ini adalah melakukan studi
perbandingan yang terkontrol mengenai perbedaan dalam kebudayaan pada
kelompok-kelompok dari empat macam suku bangsa yang masing-masing mempunyai
mempunyai ciri: ada yang memusatkan pada aktivitas pengembalaan dan yang lain
pada kegiatan pertanian. Orientasi teoritis proyek ini muncul dari usaha
menggabungkan teori struktural fungsional dengan teori evolusi.
Hasil
studi dari proyek penelitian ini menunjukkan bahwa penyesuaian-penyesuaian
ekonomi yang berlaianan antar pengembala dan petani, yang dipengaruhi oleh
situasi lingkungan yang berbeda, memang telah menghasilkan nilai-nilai, sikap
dan ciri-ciri kepribadian yang berbeda pula.
Dari kedua penelitian yang telah dikemukakan di
atas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa hasil kedua penelitian tersebut
adalah sama-sama mengkaji mengenai cara masyarakat mempertahankan hidupnya
yaitu terdapat adanya pola adaptasi masyarakat yang berbeda terhadap
lingkungan. Lingkungan yang berbeda akan menghasilkan adaptasi yang berbeda
pula. Karena tuntutan dari setiap lingkungan berbeda-beda terhadap manusianya.
-
Membandingkan antara suatu masyarakat
dengan masyarakat yang lainnya, yang dibandingkan adalah unsur-unsur
kebudayaannya.
-
Membandingkan sistem-sistem tertentu
dengan sistem yang lain dalam kebudayaan
-
Membandingkan hasil kebudayaan.
Untuk lebih jelasnya peta konsep pendekatan ekologi
silang budaya dapat dilihat dibawah ini :
Dalam pendekatan antropologi ekologi
silang budaya tujuan membandingkan antara satu kebudayaan dengan kebudayaan
yang lain adalah dikarekan kebudayaan disetiap masyarakat mempunyai ciri dan
karakteristik yang berbeda pula. Karakteristik yang berbeda ini pulalah yang
mempengaruhi perbedaan pola pikir dan tindakan (kebudayaan materi dan
kebudayaan non materi) dalam masing-masing masyarakat.
Selain itu perbedaan ciri khas yang
dimiliki oleh masing-masing kebudayaan juga mempengaruhi bagaimana interaksi
manusia dengan lingkungan. Terutama dalam hal beradaptasi dengan lingkungan
baik itu lingkungan alam maupun lingkungan sosial.
Perbedaan pendekatan ekologi silang
budaya dengan pendekatan etnoekologi adalah :
1. Pendekatan
etnoekologi lebih menekankan kepada linguistik atau bahasa yang dimiliki dalam
suatu masyarakat. Untuk meneliti suatu masyarakat tertentu peneliti terlebih
dahulu harus memahami bahasa yang digunakan oleh masyarakat yang akan
ditelitinya. Artinya pendekatan ini lebih memusatkan pada satu perhatian dalam
memahami masyarakat yaitu bahasa yang dimiliki sebagai salah satu wujud dari
kebudayan yang dimilikinya. Dan menurut pendekatan ini bahasa yang dimiliki
akan menunjukkan perilaku apa nantinya yang akan dilakukannya dalam beradaptasi
dengan lingkungan.
2. Sedangkan
pendekatan ekologi silang budaya tidak berpusat pada unsur bahasa saja. Namun
karena dipengaruhi oleh teori fungsionalisme dan evolusi, maka pendekatan ini
melihat lebih banyak unsur budaya dalam masyarakat seperti mata pencaharian,
teknologi, ekonomi yang terwujud dalam satu sistem kebudayaan dalam masyarakat
yang akan mempengaruhi bagaimana manusia beradaptasi dengan lingkungannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar